Citywalk Pemalang Diharapkan Ramah Pejalan Kaki, Pengunjung Keluhkan Pelanggaran Lalu Lintas dan Knalpot Bising
RABN.CO.ID, PEMALANG – Kawasan Citywalk Jalan Jenderal Sudirman yang dibangun Pemerintah Kabupaten Pemalang sebagai ruang publik modern dan ramah pejalan kaki mulai menjadi pusat aktivitas masyarakat.Minggu (14/6/2026).
Namun, harapan menjadikan kawasan tersebut sebagai area yang nyaman, tertib, dan aman masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Sejumlah pengunjung mengeluhkan masih maraknya pelanggaran lalu lintas yang terjadi di kawasan tersebut pada malam hari. Selain suara knalpot kendaraan bermotor yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung, masih ditemukan pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga mengabaikan aturan keselamatan berkendara.
Padahal, Citywalk dibangun dengan konsep jalur pedestrian yang memberikan ruang lebih luas bagi pejalan kaki dan menghadirkan wajah baru pusat kota Pemalang yang tertata. Pemerintah daerah sebelumnya menyebut kawasan ini sebagai model pembangunan yang mendorong terciptanya budaya tertib, nyaman, dan beradab di ruang publik.
Pada sejumlah waktu tertentu, pengunjung masih menjumpai kendaraan yang melintas dengan knalpot bersuara keras dan melaju kencang.
Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan dan membahayakan masyarakat yang datang untuk bersantai, berjalan kaki, maupun menikmati suasana kawasan perkotaan yang baru ditata.
“Konsepnya sudah bagus untuk pejalan kaki, tetapi kenyamanan sering terganggu suara knalpot yang keras. Padahal banyak keluarga dan anak-anak yang datang ke sini,” ujar seorang pengunjung yang ditemui di kawasan Citywalk.
Selain persoalan kebisingan, kesadaran berlalu lintas juga menjadi sorotan.
Pengunjung masih menemukan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm meskipun melintas di kawasan yang seharusnya menjadi contoh ketertiban lalu lintas. Bahkan, praktik melawan arus masih terlihat pada jam-jam tertentu.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan aturan di kawasan yang diproyeksikan sebagai ikon baru Kabupaten Pemalang.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan telah melakukan berbagai langkah penataan lalu lintas dan parkir untuk menjaga fungsi pedestrian serta menciptakan ketertiban di kawasan Citywalk.
Pengamat tata kota menilai keberhasilan sebuah kawasan pedestrian tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga konsistensi pengelolaan dan penegakan aturan. Infrastruktur yang baik akan kehilangan fungsi apabila pelanggaran lalu lintas dibiarkan terjadi secara berulang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pemalang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan kepolisian dinilai perlu meningkatkan patroli serta penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu keselamatan maupun kenyamanan masyarakat.
Penerapan kawasan tertib lalu lintas di Citywalk juga dinilai perlu dibarengi edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Kehadiran petugas pada jam-jam ramai, pemasangan rambu yang lebih tegas, hingga penindakan terhadap pelanggaran melawan arus dan penggunaan knalpot tidak sesuai standar dapat menjadi langkah konkret yang perlu dilakukan.
Jika persoalan tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan tujuan awal pembangunan Citywalk sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah pejalan kaki hanya akan menjadi slogan.
Sebaliknya, apabila pengawasan berjalan konsisten, kawasan ini berpotensi menjadi contoh penataan ruang publik perkotaan yang berhasil di Kabupaten Pemalang.
(Red/RS)
Editor : Sofied.











