Politisi Senior PDIP Slamet Efendi Kunjungi Kantor DPD PSI Pemalang, Serukan Sinkronisasi Gagasan Pembangunan
RABN.CO.ID, PEMALANG – 28 Februari 2026 — Dinamika politik di Kabupaten Pemalang kembali mengemuka dalam suasana yang sejuk dan penuh dialog. Politisi Senior PDI Perjuangan, Slamet Efendi, S.E., M.M., melakukan kunjungan ke Kantor DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Pemalang dalam rangka safari Ramadan. Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi forum strategis membahas arah pembangunan daerah yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.Pertemuan yang berlangsung hangat itu mempertemukan Slamet Efendi dengan Ketua DPD PSI Kabupaten Pemalang, Ir. Sudarsono, beserta jajaran pengurus.
Dalam dialog terbuka tersebut, sejumlah isu krusial mengemuka, mulai dari tata kelola pembangunan, perencanaan anggaran, hingga penanganan bencana yang belakangan terjadi di wilayah Pulosari, Watu Kumpul dan banjir di wilayah Wiradesa.
Sorotan terhadap Arah Pembangunan
Dalam penyampaiannya, Slamet Efendi menyoroti kondisi pembangunan di Kabupaten Pemalang yang menurutnya belum sepenuhnya terkonsep secara matang. Ia melihat masih terdapat ketidaksinkronan antara perencanaan dan implementasi program, sehingga dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat belum optimal.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup dijalankan sebagai rutinitas administratif atau sekadar serapan anggaran tahunan. Lebih dari itu, pembangunan harus dirancang secara terintegrasi, terukur, serta memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Kabupaten Pemalang membutuhkan keselarasan pemikiran dari seluruh elemen politik. Para ketua partai memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memikirkan masa depan daerah. Pembangunan tidak boleh sekadar rutinitas anggaran, tetapi harus berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat,” tegas Slamet Efendi.
Ia menilai bahwa konsep pembangunan yang tidak solid berpotensi menimbulkan kesemrawutan dalam pelaksanaan di lapangan. Akibatnya, program-program yang seharusnya menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat menjadi kurang efektif dan tidak berkelanjutan.
Penanganan Bencana Jadi Perhatian
Selain isu perencanaan pembangunan, pertemuan tersebut juga menyinggung persoalan bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Pemalang, khususnya di Desa Pulosari dan Watu Kumpul. Slamet Efendi menyampaikan keprihatinannya atas dampak yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, penanganan bencana harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah, baik dalam tahap tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. Ia menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tepat sasaran dan respons kebijakan yang cepat.
“Ketika masyarakat menghadapi bencana, negara harus hadir. Pemerintah daerah bersama DPRD harus memastikan bahwa anggaran dan kebijakan benar-benar berpihak pada kebutuhan mendesak warga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bencana tidak hanya persoalan alam, tetapi juga berkaitan dengan perencanaan tata ruang, mitigasi risiko, dan kesiapan infrastruktur. Oleh karena itu, sinkronisasi kebijakan antar instansi dan dukungan politik yang solid menjadi kunci agar penanganan berjalan efektif.
Peran Strategis DPRD dan Partai Politik
Dalam dialog tersebut, Slamet Efendi menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran. Ia mengingatkan agar hubungan antara eksekutif dan legislatif berjalan seimbang, dilandasi prinsip musyawarah dan kepentingan publik.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh menutup ruang kritik dan masukan dari DPRD. Sebaliknya, DPRD juga harus memiliki konsep pembangunan yang jelas dan keberanian menyampaikan gagasan konstruktif.
“Hubungan eksekutif dan legislatif harus berjalan seimbang. Tidak boleh ada dominasi sepihak dalam proses penganggaran. Semua harus berpijak pada kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia turut mendorong para ketua partai untuk mengarahkan kader-kadernya yang duduk di kursi legislatif agar aktif menyuarakan ide-ide solutif. Partai politik, lanjutnya, bukan hanya mesin elektoral, tetapi juga wadah perjuangan gagasan demi kemajuan daerah.
“Ketua partai harus ikut memerintahkan dan mendorong kadernya di DPRD agar berani menyampaikan gagasan yang solutif. Jangan sampai kebijakan yang lahir tidak berpijak pada kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sambutan Positif dari PSI
Ketua DPD PSI Kabupaten Pemalang, Ir. Sudarsono, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai langkah Slamet Efendi sebagai wujud komunikasi politik yang sehat dan produktif.
Menurut Sudarsono, dialog lintas partai sangat diperlukan dalam situasi pembangunan yang kompleks. Tantangan daerah, katanya, tidak dapat diselesaikan oleh satu kekuatan politik saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan keterbukaan.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka. Kehadiran beliau sebagai tokoh senior dengan pengalaman panjang tentu menjadi energi positif.
Masukan-masukan yang disampaikan sangat konstruktif dan patut menjadi bahan refleksi bersama,” ujar Sudarsono.
Ia juga menegaskan bahwa PSI Pemalang terbuka terhadap kolaborasi lintas partai demi kepentingan masyarakat. Baginya, pembangunan tidak mengenal sekat politik ketika tujuan utamanya adalah kesejahteraan rakyat.
Sudarsono sepakat bahwa DPRD harus memiliki keberanian dan konsep yang kuat dalam memperjuangkan program-program yang berdampak langsung pada masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur dasar.
Momentum Safari Ramadan
Kunjungan yang dikemas dalam agenda safari Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Nilai silaturahmi dan persaudaraan menjadi fondasi dialog, meskipun para pihak berasal dari latar belakang partai politik yang berbeda.
Momentum Ramadan dinilai memberikan ruang refleksi bagi para tokoh politik untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok.
Pertemuan itu pun menjadi simbol bahwa perbedaan pilihan politik tidak menghalangi kerja sama untuk kebaikan bersama.
Slamet Efendi, yang dikenal sebagai salah satu pendiri PDI ProMega (ProMeg) pada 1996, menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap Pemalang tidak bergantung pada jabatan struktural. Meski tidak lagi berada dalam kepengurusan partai tertentu, ia menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pandangan strategis demi kemajuan daerah.
Sinyal Positif bagi Politik Lokal
Pengamat politik lokal menilai kunjungan tersebut sebagai sinyal penting bagi penguatan komunikasi lintas partai di tingkat daerah. Dalam era otonomi daerah, kolaborasi antara partai politik, DPRD, dan pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.
Dialog seperti ini dinilai mampu meredam polarisasi politik serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih partisipatif dan transparan. Terlebih,Pemalang saat ini menghadapi tantangan pembangunan yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Kehadiran tokoh senior dengan pengalaman panjang juga dianggap memberikan perspektif strategis yang berharga. Gagasan dan dorongan moral dari figur berpengalaman dapat menjadi penyeimbang dalam dinamika politik lokal.
Harapan ke Depan
Pertemuan antara Slamet Efendi dan DPD PSI ,Sudarsono, Pemalang diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif lintas partai. Sinkronisasi gagasan pembangunan, penguatan fungsi pengawasan DPRD, serta prioritas penanganan bencana menjadi agenda yang perlu dikawal bersama.
Kabupaten Pemalang memiliki potensi besar untuk berkembang, baik dari sektor pertanian, perdagangan, maupun sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui perencanaan yang matang, tata kelola yang transparan, dan kolaborasi politik yang sehat.
Dengan terbukanya ruang dialog seperti ini, harapan masyarakat terhadap pembangunan yang lebih terarah dan berpihak pada rakyat tetap terjaga. Tantangan ke depan memang tidak ringan, tetapi melalui komunikasi yang konstruktif dan semangat kebersamaan, Pemalang diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
(Red/MF)
Editor:Sofid











