Tingkatkan Akurasi dan Daya Gempur, Korps Marinir TNI AL Matangkan Rencana Pembentukan Batalyon Sniper
RABN.CO.ID, JAKARTA – Korps Marinir TNI Angkatan Laut terus memperkuat kapabilitas tempur melalui pengembangan organisasi dan peningkatan kemampuan prajurit. Salah satu langkah strategis yang tengah dimatangkan adalah rencana pembentukan Batalyon Sniper atau satuan penembak jitu untuk mendukung pelaksanaan operasi militer yang menuntut akurasi, ketepatan sasaran, dan efektivitas taktis tinggi.(15/10/2026)
Rencana tersebut menjadi bagian dari pembahasan strategis pimpinan TNI Angkatan Laut, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi.
Rencana pembentukan satuan khusus ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan tempur Korps Marinir dalam menghadapi dinamika ancaman dan perkembangan karakteristik peperangan modern.
Perkuat Presisi dan Kemampuan Operasi
Keberadaan Batalyon Sniper diproyeksikan menjadi salah satu unsur pendukung kemampuan tempur presisi Korps Marinir. Penguatan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan pengintaian khusus, pengamatan medan, serta pelaksanaan tugas penembak jitu dalam operasi amfibi maupun operasi darat.
Selain pengembangan organisasi, kesiapan satuan juga membutuhkan dukungan personel terlatih, sistem persenjataan yang sesuai, serta perlengkapan khusus yang mampu menunjang pelaksanaan tugas secara profesional.
Karena itu, pengembangan kemampuan penembak jitu tidak hanya bertumpu pada pengadaan alutsista, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan keterampilan, dan kesiapan operasional prajurit.
Penguatan Organisasi dan Dukungan Operasional
Pembahasan strategis pimpinan TNI AL juga mencakup pengembangan kemampuan pendukung operasi, termasuk rencana penguatan satuan bantuan udara. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mobilitas dan efektivitas dukungan terhadap prajurit Korps Marinir di berbagai medan penugasan.
Integrasi antara kemampuan personel, organisasi, alutsista, dan unsur pendukung operasi menjadi faktor penting dalam membangun kekuatan Korps Marinir yang adaptif terhadap tantangan pertahanan masa kini.
Di sisi lain, pembinaan kader penembak jitu memerlukan proses seleksi, pendidikan, latihan berkelanjutan, serta evaluasi kemampuan secara terukur. Langkah tersebut penting untuk memastikan setiap prajurit memiliki kompetensi dan disiplin sesuai standar yang ditetapkan TNI AL.
Bagian dari Modernisasi Kekuatan Marinir
Rencana pembentukan Batalyon Sniper mencerminkan arah pengembangan kemampuan Korps Marinir dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai spektrum ancaman. Penguatan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP), sesuai tugas dan ketentuan yang berlaku.
Ke depan, realisasi rencana tersebut akan bergantung pada kebijakan organisasi, kesiapan personel, dukungan anggaran, serta pemenuhan kebutuhan alutsista dan sarana pendukung.
Dengan penguatan yang terencana dan berkelanjutan, Korps Marinir TNI AL diharapkan semakin profesional, modern, dan tangguh dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: Dinas Penerangan Korps Marinir (Dispen Kormar).
(Red/Frj)
Editor: Sofid











