News

Dari Pasukan Elite ke Pilkades Cibiyuk, Sukirno Hadi Wibowo Tegaskan: Tidak Ada Politik Uang !

×

Dari Pasukan Elite ke Pilkades Cibiyuk, Sukirno Hadi Wibowo Tegaskan: Tidak Ada Politik Uang !

Sebarkan artikel ini

Dari Pasukan Elite ke Pilkades Cibiyuk, Sukirno Hadi Wibowo Tegaskan: Tidak Ada Politik Uang !

RABN.CO.ID, PEMALANG – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibiyuk Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang mulai diwarnai gagasan tentang tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Salah satu kandidat, Letkol TNI (Purn) Sukirno Hadi Wibowo, menegaskan bahwa pencalonannya tidak dibangun melalui praktik politik uang. (8/9/26).

Sukirno, yang memasang visi tentang pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan warga, menyatakan ingin mengikuti proses demokrasi desa secara jujur dan bermartabat.

“Pencalonan ini tidak menggunakan politik uang, dan murni ingin mengabdikan diri untuk masyarakat bersama membangun desa lebih baik kedepannya” tegas Sukirno.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan agar pemilihan kepala desa tidak sekadar menjadi perebutan kekuasaan, tetapi menjadi momentum memilih figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen membangun desa.

Sukirno Hadi Wibowo merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut yang berasal dari Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), satuan pasukan khusus elite TNI Angkatan Laut.

Latar belakang tersebut menjadi bagian dari rekam perjalanan dirinya sebelum terjun dalam kontestasi kepemimpinan di tingkat desa.

Dari pengalaman militer kemampuan menerjemahkan disiplin, kepemimpinan, dan integritas menjadi pelayanan publik yang dirasakan langsung masyarakat di pemerintahan desa.

Dalam visi yang ditawarkan, Sukirno membawa gagasan mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, serta berpihak pada kesejahteraan seluruh warga.

Sejumlah misi yang ditampilkan antara lain peningkatan kualitas pelayanan desa, penguatan peran masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberdayaan UMKM.

Menariknya, pesan yang diusung juga menekankan pentingnya menciptakan pemilihan kepala desa yang jujur, aman, tertib, dan damai.

Pada akhirnya, tidak menggunakan politik uang adalah edukasi penting serta ujian untuk masyarakat dalam memilih calon kepala desa, menentukan sikap sesuai hati nurani selama tahapan Pilkades berlangsung.

Masyarakat memiliki ruang untuk menilai apakah visi, rekam jejak, dan komitmen yang disampaikan benar-benar sejalan dengan tindakan.

Pilkades bukan sekadar memilih siapa yang menang, melainkan menentukan bagaimana desa akan dikelola selama masa kepemimpinan berikutnya.

(Red/Tim)
Editor : Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *