Menjelang Haul ke-115 Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Jemaah Diimbau Siapkan Akomodasi Alternatif
RABN.CO.ID, SOLO – Menjelang pelaksanaan Haul ke-115 Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi atau Haul Solo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Oktober 2026, kebutuhan akomodasi bagi jemaah dari berbagai daerah menjadi salah satu perhatian penting.(29/9/2026)
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta menyampaikan bahwa tingkat keterisian hotel dan sejumlah penginapan di wilayah Kota Solo telah meningkat seiring kedatangan jemaah yang akan mengikuti rangkaian kegiatan haul.
Untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah, khususnya yang datang dari luar kota, terdapat sejumlah alternatif akomodasi yang dapat dipertimbangkan apabila penginapan di pusat Kota Surakarta telah penuh.
Salah satunya adalah homestay atau rumah warga. Masyarakat di sekitar kawasan Pasar Kliwon maupun sejumlah wilayah lain di Kota Solo pada momentum tertentu menyediakan kamar atau rumah untuk tempat menginap jemaah.
Alternatif berikutnya adalah mencari akomodasi di wilayah penyangga Kota Surakarta yang memiliki akses transportasi relatif mudah. Beberapa kawasan yang dapat menjadi pilihan antara lain Kartasura, Colomadu, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, hingga Klaten.
Jemaah juga dapat mempertimbangkan akses transportasi umum, termasuk layanan kereta api komuter pada rute yang tersedia, untuk menunjang mobilitas dari wilayah penyangga menuju Kota Surakarta.
Selain akomodasi komersial, masjid, majelis, dan posko jemaah di sejumlah lokasi juga dapat menjadi alternatif tempat singgah. Panitia lokal, takmir masjid, maupun komunitas jemaah pada umumnya dapat memberikan informasi mengenai ruang transit atau tempat menginap yang tersedia, sesuai kapasitas dan ketentuan masing-masing.
Jemaah dari luar daerah juga disarankan berkoordinasi dengan panitia haul, rombongan majelis, maupun komunitas jemaah sebelum keberangkatan. Koordinasi tersebut penting untuk memperoleh informasi terkini mengenai ketersediaan tempat menginap, termasuk kemungkinan berbagi kamar atau memanfaatkan rumah warga.
Disbudpar mengimbau masyarakat dan jemaah untuk merencanakan perjalanan serta akomodasi sedini mungkin. Selain mempertimbangkan jarak menuju lokasi kegiatan, aspek keamanan, kenyamanan, kapasitas tempat, serta akses transportasi juga perlu menjadi perhatian.
Dengan perencanaan yang baik dan koordinasi antara panitia, masyarakat, pelaku usaha pariwisata, serta jemaah, pelaksanaan Haul Solo 2026 diharapkan dapat berlangsung tertib, aman, nyaman, sekaligus memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh tamu dan masyarakat Kota Surakarta.
(Red/Frj)
Editor: Sofid











