News

PSHT Cabang Pemalang Pusat Madiun Resmi Buka Diklat Pamter II, Perkuat Kader Pengamanan Profesional Berkarakter Kebangsaan

×

PSHT Cabang Pemalang Pusat Madiun Resmi Buka Diklat Pamter II, Perkuat Kader Pengamanan Profesional Berkarakter Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

PSHT Cabang Pemalang Pusat Madiun Resmi Buka Diklat Pamter II, Perkuat Kader Pengamanan Profesional Berkarakter Kebangsaan

RABN.CO.ID, PEMALANG – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pemalang Pusat Madiun secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengamanan Terate (Pamter) II di Padepokan Mandala Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jumat (29/5/2026).Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya strategis organisasi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang disiplin, profesional, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Pembukaan Diklat Pamter II berlangsung khidmat dan dihadiri Perwakilan Pusat (Perwapus) PSHT AKBP (Purn) Sapto Yohanes, jajaran pengurus cabang, para pelatih, serta unsur pembina dari Kodim 0711/Pemalang. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan sinergi dari berbagai instansi, antara lain Polres Pemalang, BPBD, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, PDAM, dan PT Perhutani, sebagai bentuk kolaborasi dalam penguatan kapasitas kader pengamanan organisasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketua PSHT Cabang Pemalang Pusat Madiun, Slamet Efendi, S.E., M.M., menegaskan bahwa Diklat Pamter II tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis pengamanan, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter dan kepemimpinan kader yang mampu menjadi teladan di lingkungan organisasi maupun masyarakat.

Menurutnya, Pamter memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran berbagai kegiatan organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan yang terukur dan berlandaskan nilai-nilai moral serta kebangsaan.
“Pamter harus menjadi sosok yang disiplin, berintegritas, mampu mengendalikan diri, serta mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dalam setiap tugas yang diemban. Mereka bukan sekadar pengamanan kegiatan organisasi, melainkan representasi karakter luhur Persaudaraan Setia Hati Terate di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Slamet Efendi.

Dalam arahannya, Slamet Efendi juga menyampaikan sejumlah pertanyaan reflektif kepada peserta sebagai penguatan komitmen selama mengikuti pelatihan. Ia menanyakan kesiapan para peserta untuk menjadi kader pengamanan yang berintegritas, menjaga nama baik organisasi, mengutamakan persaudaraan dan pengabdian di atas kepentingan pribadi, serta menjadi teladan yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pertanyaan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan.Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang disusun secara komprehensif, meliputi teknik dasar pengamanan, tata cara pengawalan kegiatan organisasi, baris-berbaris, pembinaan kedisiplinan, pengendalian diri, manajemen konflik, komunikasi lapangan, hingga penguatan mental dan spiritual sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas.

Sejalan dengan perkembangan zaman, PSHT memandang bahwa tantangan pengamanan organisasi saat ini memerlukan kemampuan yang lebih luas daripada sekadar ketangguhan fisik. Karena itu, peserta juga dibekali keterampilan membaca situasi, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta membangun komunikasi yang efektif dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Lebih dari itu, Diklat Pamter II menjadi sarana internalisasi nilai-nilai luhur ajaran Setia Hati Terate yang menempatkan persaudaraan, kejujuran, tanggung jawab, pengabdian, dan kepedulian sosial sebagai landasan utama pembentukan karakter kader.

Keberadaan Pamter diharapkan mampu menjadi pengayom yang tidak hanya menjaga keamanan kegiatan organisasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai mitra yang membantu menciptakan suasana aman, tertib, harmonis, dan kondusif. Semangat tersebut tercermin dalam komitmen Pamter Pemalang untuk siap mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Pemalang melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan.

Melalui Diklat Pamter II, PSHT Cabang Pemalang Pusat Madiun kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang tidak hanya mengembangkan seni bela diri pencak silat, tetapi juga berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, berjiwa pengabdian, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi sekaligus melahirkan kader-kader Pengamanan Terate yang tangguh, profesional, humanis, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara, sejalan dengan cita-cita luhur PSHT dalam menjaga persaudaraan, ketertiban, kedamaian, dan kemajuan Indonesia.

(Red/Frj)
Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *