News

Sikap Tegas SH Terate Cabang Jember Pusat Madiun: Menolak Parluh 2026 Pihak Jakarta di Padepokan Agung Madiun

×

Sikap Tegas SH Terate Cabang Jember Pusat Madiun: Menolak Parluh 2026 Pihak Jakarta di Padepokan Agung Madiun

Sebarkan artikel ini

Sikap Tegas SH Terate Cabang Jember Pusat Madiun: Menolak Parluh 2026 Pihak Jakarta di Padepokan Agung Madiun

RABN.CO.ID, MADIUN – Padepokan Agung Madiun (PAM) kembali menjadi titik berkumpulnya warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai daerah. Sabtu, 26 September 2026, rombongan besar SH Terate Cabang Jember Pusat Madiun tiba dengan membawa semangat persaudaraan sekaligus menyampaikan sikap tegas terhadap dinamika organisasi yang tengah berkembang.

Kehadiran ribuan warga dari berbagai ranting di wilayah Cabang Jember bukan sekadar perjalanan menuju pusat kegiatan. Di balik langkah mereka menuju Madiun, terdapat pesan yang ingin disampaikan: persaudaraan harus tetap dijaga, sementara perbedaan pandangan mengenai arah organisasi perlu disuarakan secara terbuka, bermartabat dan sesuai aturan.

 

Rombongan dipimpin Ketua Cabang Jember, Kang Mas Jono Wasinudin, dan ketua ranting Kalisat kang mas Fauzan. Turut hadir para Senior tingkat dua diantaranya ,Kang Mas Sri Sabdhono tingkat II, Kang Mas Fajar tingkat II, Kang Mas THR Okay tingkat II, Kang Mas Jumat Haryadi tingkat II serta pelatih Kang Mas Andi Irawan.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Cabang Jember menyatakan menolak pelaksanaan Parluh 2026 yang mereka sebut diselenggarakan oleh pihak Jakarta di bawah kepemimpinan Taufiq. Sikap itu disampaikan di Padepokan Agung Madiun sebagai bentuk aspirasi dan pandangan organisasi yang mereka bawa dari Jember.

Bagi rombongan Jember, kehadiran di Madiun memiliki makna emosional. Padepokan bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang yang mempertemukan warga dalam satu ikatan persaudaraan. Karena itu, aspirasi disampaikan dengan keyakinan bahwa perbedaan sikap tidak semestinya menghapus nilai persaudaraan yang telah diwariskan.

Ribuan warga kemudian berbaur dengan warga SH Terate dari berbagai daerah. Suasana tersebut memperlihatkan bahwa di tengah dinamika internal, silaturahmi tetap memiliki tempat penting.

Dari Jember menuju Madiun, mereka membawa sikap yang jelas: menolak Parluh 2026 versi yang mereka persoalkan, menyampaikan aspirasi secara bermartabat, serta mempertahankan semangat persaudaraan. Perbedaan pandangan diharapkan tetap ditempatkan dalam koridor aturan organisasi dan nilai-nilai luhur SH Terate.

*Saat Setia Hati memanggilmu, “jangan pernah menghitung rugi”*.

Sebab dalam persaudaraan, langkah bukan tentang apa yang diperoleh, melainkan tentang ketulusan menjaga amanah, kehormatan, dan rasa satu hati. Datang karena panggilan, berdiri karena persaudaraan, dan pulang membawa makna.

(Red/Gunawan)
Editor: Frj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *