News

Taman Sanggaluri: Dari Reptile and Insect Park Menuju Wisata Edukasi Satwa di Purbalingga

×

Taman Sanggaluri: Dari Reptile and Insect Park Menuju Wisata Edukasi Satwa di Purbalingga

Sebarkan artikel ini

Taman Sanggaluri: Dari Reptile and Insect Park Menuju Wisata Edukasi Satwa di Purbalingga

RABN.CO.ID, PURBALINGGA – 14 Maret 2026* – Terletak di Desa Kutasari Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memiliki salah satu destinasi wisata edukasi yang cukup dikenal masyarakat, yakni Taman Sanggaluri. Tempat rekreasi yang memadukan unsur pendidikan, konservasi, dan hiburan ini awalnya dikenal sebagai Reptile and Insect Park, yang diresmikan pada tahun 2007 oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, H. Mardiyanto.
Seiring perkembangan waktu dan konsep pengelolaan wisata, kawasan tersebut kemudian berganti nama menjadi Taman Sanggaluri. Nama ini memiliki makna filosofis yang cukup mendalam. Kata “Sanggaluri” merupakan singkatan dari “Sanggar Luru Ilmu”, yang secara harfiah berarti tempat mencari ilmu. Pergantian nama ini menegaskan orientasi kawasan wisata tersebut bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Taman Sanggaluri dibangun dengan konsep wisata edukasi berbasis satwa dan lingkungan. Di kawasan ini pengunjung dapat melihat berbagai jenis hewan, mulai dari reptil, serangga, hingga satwa lainnya yang diperkenalkan sebagai sarana pembelajaran tentang keanekaragaman hayati. Konsep ini menjadikan Taman Sanggaluri tidak sekadar tempat hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi tentang konservasi alam dan dunia satwa.

Sejak awal berdirinya, taman ini memang dirancang untuk menghadirkan interaksi langsung antara manusia dan satwa dalam batas yang aman dan terkontrol. Anak-anak maupun keluarga dapat mengenal berbagai jenis hewan secara lebih dekat, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai habitat, perilaku, serta pentingnya menjaga kelestarian alam.
Berbagai fasilitas edukasi juga dikembangkan di kawasan ini. Selain koleksi satwa, terdapat pula zona pembelajaran, ruang pamer, serta area permainan edukatif yang dirancang untuk mendukung kegiatan belajar sambil berwisata.Pendekatan ini membuat Taman Sanggaluri sering menjadi tujuan kunjungan sekolah, kegiatan studi wisata, hingga wisata keluarga dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kehadiran Taman Sanggaluri juga memiliki peran penting dalam mendorong sektor pariwisata daerah Purbalingga. Wisata edukasi seperti ini dinilai mampu menarik minat wisatawan karena menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi wisata biasa. Selain menikmati suasana rekreasi, pengunjung juga mendapatkan pengetahuan baru tentang dunia satwa dan lingkungan.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam, konsep wisata yang menggabungkan rekreasi dan edukasi seperti yang diterapkan di Taman Sanggaluri menjadi semakin relevan. Tempat ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa keberadaan satwa dan ekosistemnya merupakan bagian penting dari kehidupan manusia.
Hingga kini, Taman Sanggaluri tetap dikenal sebagai salah satu ikon wisata edukasi di Kabupaten Purbalingga. Dengan filosofi “Sanggar Luru Ilmu”, taman ini terus berupaya mempertahankan perannya sebagai tempat belajar yang menyenangkan, sekaligus destinasi rekreasi yang ramah bagi keluarga.

Melalui konsep interaksi satwa yang edukatif dan lingkungan yang mendukung proses belajar, Taman Sanggaluri menjadi bukti bahwa wisata tidak hanya tentang hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan kesadaran, pengetahuan, dan kecintaan terhadap alam serta keanekaragaman hayati.

(Red/Frj)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *