News

Ketua Umum RABN Apresiasi dan Dukung PERPUKADESI sebagai Penjaga Nilai Pembangunan Nasional

×

Ketua Umum RABN Apresiasi dan Dukung PERPUKADESI sebagai Penjaga Nilai Pembangunan Nasional

Sebarkan artikel ini

Ketua Umum RABN Apresiasi dan Dukung PERPUKADESI sebagai Penjaga Nilai Pembangunan Nasional

RABN.CO.ID, JAKARTA – 5 Mei 2026 — Dukungan terhadap komitmen menjaga arah pembangunan nasional terus menguat. Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN),Agus Winarno ,S.H menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Pernyataan Sikap Kebangsaan yang disampaikan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (PERPUKADESI),di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta ,Senin 4 Mei 2026, yang dinilai konsisten menjaga nilai dan arah pembangunan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penegasan Ketua Umum PERPUKADESI, Jenderal TNI (Purn) Bibit Waluyo, yang menekankan pentingnya memastikan pembangunan nasional tetap berada pada jalur yang selaras dengan cita-cita kemerdekaan.

Dalam pandangan Ketua Umum (RABN),Agus Winarno sikap tersebut mencerminkan tanggung jawab moral para purnabakti kepala daerah dalam mengawal perjalanan bangsa di tengah dinamika demokrasi.
“Kami memandang PERPUKADESI sebagai penjaga nilai yang memiliki pengalaman dan perspektif strategis. Dukungan ini penting agar arah pembangunan nasional tetap konsisten dan tidak terdistorsi oleh kepentingan jangka pendek,” ujar Ketua Umum RABN dalam keterangannya kepada awak media.

Acara penyampaian sikap kebangsaan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta (1997 – 2007) sekaligus ketua Dewan Pembina PERPUKADESI, Dr (c) Sutiyoso, S.H., M.H.,serta Menteri Dalam Negeri Prof. Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa sinergi antara pengalaman kepemimpinan daerah dan kebijakan pemerintah pusat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kesinambungan pembangunan.

Dalam pernyataannya, Bibit Waluyo menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh dinamika tersebut harus tetap diarahkan pada tujuan bersama, yakni mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat.
“Dinamika bukanlah perpecahan, melainkan bagian dari proses demokrasi. Yang terpenting adalah arah pembangunan tidak keluar dari jalur kepentingan nasional,” tegasnya.

PERPUKADESI menilai bahwa sejak era reformasi, otonomi daerah telah memberikan ruang luas bagi lahirnya kepemimpinan yang inovatif dan responsif. Para kepala daerah, menurut organisasi ini, telah berkontribusi signifikan dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor, meskipun tantangan tata kelola masih menjadi pekerjaan bersama.

Sebagai wadah para purnabakti gubernur, bupati, dan wali kota, PERPUKADESI menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah yang menghadirkan pandangan objektif dan konstruktif.

Organisasi ini berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik agar tetap berada dalam koridor kepentingan nasional, sekaligus menjadi pusat pemikiran bagi pembangunan berkelanjutan.

Ketua Umum RABN menilai, peran tersebut menjadi semakin relevan dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

Ia menekankan pentingnya konsistensi arah pembangunan sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik dan stabilitas nasional.
“Pembangunan tidak boleh kehilangan arah. Di sinilah pentingnya peran PERPUKADESI sebagai penjaga nilai, agar setiap kebijakan tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Dalam kerangka visi Indonesia Emas 2045, PERPUKADESI juga menyoroti pentingnya kaderisasi kepemimpinan hingga ke tingkat daerah dan pedesaan. Upaya ini dinilai strategis untuk memastikan keberlanjutan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Bibit Waluyo menegaskan bahwa organisasinya tetap menjaga independensi dan tidak terlibat dalam politik praktis. PERPUKADESI, menurutnya, hadir sebagai kekuatan moral yang berperan menjaga arah pembangunan tanpa terseret dalam tarik-menarik kepentingan kekuasaan.
“Kami berdiri untuk menjaga nilai dan arah pembangunan bangsa, bukan untuk kepentingan politik praktis,” tegasnya.

Lebih lanjut, PERPUKADESI membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa yang memiliki visi sejalan dalam menjaga kedaulatan dan mempercepat kemajuan Indonesia.
Semangat inklusif ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Pernyataan sikap kebangsaan tersebut ditutup dengan semboyan “Pengabdian Tanpa Akhir, Perjuangan Tanpa Henti,” sebagai penegasan komitmen berkelanjutan.

Dukungan dari Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) menjadi penguat bahwa upaya menjaga arah pembangunan nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, demi memastikan Indonesia tetap berada pada jalur kemajuan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

(Red/Frj)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *