News

1 Muharram di Semingkir: Ketika Kebersamaan Menjadi Modal Sosial Masyarakat

×

1 Muharram di Semingkir: Ketika Kebersamaan Menjadi Modal Sosial Masyarakat

Sebarkan artikel ini

1 Muharram di Semingkir: Ketika Kebersamaan Menjadi Modal Sosial Masyarakat

RABN.CO.ID, PEMALANG – 17 Juni 2026 – Di tengah arus perubahan sosial yang kian cepat, warga Paguyuban Kerukunan 5 RT RW 05 Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat. Momentum itu tampak dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar pada Senin malam (15/6/2026).

Kegiatan yang dipanitiai warga RT 03 RW 05 tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta ratusan warga dari lima RT yang tergabung dalam paguyuban. Acara diawali dengan tahlil dan doa bersama, dilanjutkan semaan Al-Qur’an, lalu ditutup dengan pengajian umum oleh KH Khambali, S.Pd.

Dalam tausiyahnya, KH Khambali mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah, bukan sekadar pergantian penanggalan. Hijrah, menurutnya, adalah keberanian memperbaiki diri, memperkuat keimanan, memperbanyak amal, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

Namun malam itu, yang menarik perhatian bukan hanya isi ceramah. KH Khambali secara khusus mengapresiasi kekompakan warga Paguyuban 5 RT RW 05. Ia mengaku jarang menemukan lingkungan yang mampu menjaga solidaritas dan kebersamaan sekuat yang ditunjukkan warga Semingkir.

Ketua Panitia, Tarjo, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia menegaskan keberhasilan acara merupakan hasil gotong royong seluruh warga, para donatur, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang bekerja bersama tanpa sekat.

Peringatan 1 Muharram di Semingkir akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda keagamaan tahunan. Ia menjadi penanda bahwa kerukunan tidak lahir dari slogan, melainkan dari kebiasaan untuk saling membantu dan menjaga silaturahmi.

Di saat banyak komunitas diuji oleh perbedaan, warga Semingkir justru menunjukkan satu pelajaran sederhana: kebersamaan yang dirawat dengan tulus akan selalu menjadi jalan menuju keberkahan.

(Red/Rukhin)
Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *