Kapolsek Randudongkal Dekat dengan Pelajar, 470 Siswa SMPN 4 Diajak Kenali Polisi sebagai Sahabat
RABN.CO.ID, PEMALANG – Upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan generasi muda terus dilakukan Polsek Randudongkal. Kapolsek Randudongkal AKP Sudaryo hadir langsung di SMP Negeri 4 Randudongkal, Kamis (13/8/2026), dan berinteraksi dengan 470 siswa, guru, serta keluarga besar sekolah.
Kehadiran tersebut tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi. Dengan pendekatan humanis dan komunikatif, Sudaryo berupaya menanamkan pemahaman bahwa polisi bukan sosok yang harus ditakuti, melainkan sahabat yang siap memberikan perlindungan, pelayanan, serta membantu ketika anak-anak menghadapi persoalan.

Sekitar pukul 07.30 WIB, para siswa mengikuti kegiatan di ruang terbuka sekolah. Suasana berlangsung akrab ketika Kapolsek mengajak sejumlah siswa maju, berdialog, dan menjawab berbagai pertanyaan. Interaksi tersebut membuat komunikasi antara polisi dan pelajar berlangsung lebih cair.
“Yang ingin kita ciptakan adalah bagaimana anak-anak ini mengenal polisi sebagai sahabat. Polisi itu sahabat anak-anak sekolah, sahabat keluarga sekolah dan sahabat masyarakat,” ujar Sudaryo kepada awak media rabn.co.id di
Ia menegaskan, anak-anak perlu memiliki keberanian untuk menyapa, bertanya, maupun menyampaikan persoalan kepada polisi. Menurutnya, komunikasi sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Jangan sampai anak-anak kalau melihat polisi kemudian merasa takut. Kita ingin mereka berani menyapa, berani bertanya dan ketika mempunyai persoalan, mereka tahu harus mencari siapa untuk meminta bantuan,” katanya.

Kepala SMPN 4 Randudongkal, Indah, mengapresiasi pendekatan yang dilakukan jajaran Polsek Randudongkal. Menurutnya, kehadiran polisi secara langsung memberikan pengalaman edukatif sekaligus memperlihatkan sisi humanis kepolisian kepada para siswa.
“Polisi bukan sesuatu yang harus ditakuti. Polisi adalah bagian dari masyarakat dan bisa menjadi sahabat bagi anak-anak,” ujarnya.
Indah berharap sinergi sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendorong anak berani berbicara ketika menghadapi persoalan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis kepolisian dapat dimulai dari ruang-ruang pendidikan. Di tengah ratusan pelajar, pesan yang dibangun sederhana namun strategis: polisi hadir bukan hanya ketika terjadi masalah, tetapi juga untuk mendengar, melindungi dan menjadi sahabat bagi generasi. Pungkasnya
(Red/Rukhin)
Editor: Sofid











