Publik Desak Ketua BUMDes Kabunan Transparan soal Pengelolaan Catering PT Selim Elektro
RABN.CO.ID PEMALANG – Di lingkar pantura Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, persoalan catering PT Selim Elektro mulai jadi sorotan tajam dan menyajikan menu yang jauh lebih panas daripada sekadar urusan makan siang. Yang dipertanyakan publik bukan lauknya, melainkan siapa yang menikmati peluang usahanya dan mengapa BUMDes Kabunan justru seperti penonton di rumah sendiri.Sabtub(15/8/2026)
Berdasarkan keterangan sumber, sebelum PT. Selim Elektro beroperasi, telah dilakukan sosialisasi dan pembahasan di desa. Dalam forum tersebut, catering PT. Selim Elektro disebut diarahkan menjadi bagian dari usaha BUMDes. Bahkan, menurut sumber, usulan agar catering dikelola melalui BUMDes sempat disampaikan oleh Sekretaris Desa Kabunan.
Namun ketika perusahaan mulai beroperasi, praktik di lapangan disebut berbeda. Nama SAKA Catering muncul sebagai pihak yang menjalankan usaha catering. Lebih jauh, berkembang dugaan di tengah masyarakat bahwa SAKA Catering memiliki keterkaitan kepemilikan dengan Kepala Desa Kabunan.
Dugaan tersebut belum terverifikasi dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak yang disebut. Karena itu, publik patut menunggu klarifikasi terbuka: siapa pemilik sebenarnya SAKA Catering, bagaimana hubungan hukumnya dengan pemerintah desa, serta apakah terdapat benturan kepentingan dalam pengelolaan peluang usaha dari PT. Selim Elektro.
Pertanyaannya sederhana, tetapi jawabannya jangan dibuat berliku. Jika catering memang sejak awal diarahkan menjadi usaha BUMDes, mengapa kemudian pihak lain yang menjalankan? Apakah pernah ada keputusan baru? Siapa yang memutuskan? Apa dasar hukumnya? Dan yang paling penting: di mana dokumennya?
Dalam upaya memperoleh penjelasan dari pihak terkait, Kepala biro Jawa Tengah media online rabn.co.id telah melakukan konfirmasi awal kepada Kepala Desa Kabunan mengenai pengelolaan catering PT Selim, posisi BUMDes, serta keberadaan SAKA Catering.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kabunan memberikan jawaban singkat. “Masih rapat,” demikian respons yang disampaikan kepada media.
Dilain Kesempatan
Awak media berupaya meminta konfirmasi lanjutan kepada HRD PT Selim Elextro melalui WhatsApp dan sambungan telepon. Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh pernyataan resmi.
Publik kini mendesak Ketua BUMDes Kabunan membuka seluruh informasi terkait rencana, proses, kerja sama, hingga posisi SAKA Catering.
Sebab BUMDes bukan papan nama yang dipasang ketika rapat lalu dilupakan ketika uang mulai berputar.
Kalau peluangnya milik desa, jangan sampai pengelolaannya terasa seperti milik keluarga.Transparansi tidak boleh berhenti di notulen. Sebab ketika uang publik mulai berbicara, diam bukan lagi sekadar diam. Ia bisa berubah menjadi pertanyaan yang semakin keras.
(Red/Frj)
Editor: Sofid











