Puluhan Penerima MBG di Bawang Diduga Keracunan, Sejumlah Korban Dirujuk ke Rumah Sakit
RABN.CO.ID, BATANG – Puluhan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi menu makanan yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Rabu, 23 September 2026.
Hingga pukul 20.00 WIB, jumlah warga yang mengalami gejala mencapai sekitar 70 orang. Sebagian korban mendapatkan perawatan di Puskesmas Bawang, sementara sejumlah pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lain karena kapasitas puskesmas tidak mencukupi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, SPPG Bawang yang berada di bawah Yayasan Bela Batang Sejahtera pada hari itu mendistribusikan makanan kepada sekitar 2.595 penerima manfaat. Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, telur ayam bolognes, mix sayur, dan buah anggur.
Sebelum makanan didistribusikan, pihak SPPG mengklaim telah melakukan pengecekan terhadap bahan makanan serta pemeriksaan dari bagian gizi sesuai prosedur. Hasil pemeriksaan saat itu menyatakan makanan layak untuk didistribusikan.
Distribusi makanan kepada kelompok penerima manfaat B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Kasus mulai diketahui setelah seorang penerima manfaat, Siti Sulekhah, 29 tahun, warga Desa Pasusukan, Kecamatan Bawang, mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan tersebut. Sekitar pukul 14.40 WIB, korban dibawa ke Puskesmas Bawang menggunakan ambulans desa.
Tidak lama kemudian, jumlah warga yang mengalami keluhan serupa bertambah. Sekitar pukul 15.00 WIB, sejumlah korban mulai berdatangan ke Puskesmas Bawang untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga malam hari, proses pendataan dan pemeriksaan masih berlangsung. Sebagian korban dirujuk ke RSUD Limpung, Klinik Baitusyifa Limpung, dan fasilitas kesehatan lainnya, termasuk RSUD Batang.
Jumlah korban juga masih berpotensi bertambah karena petugas masih melakukan pendataan. Penyebab pasti munculnya gejala tersebut belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.
(Red/RS)
Editor : Sofid











