News

EDITORIAL | Demokrasi Bermartabat, Desa Hebat : Jangan Jual Suara, Jangan Gadaikan Masa Depan Desa

×

EDITORIAL | Demokrasi Bermartabat, Desa Hebat : Jangan Jual Suara, Jangan Gadaikan Masa Depan Desa

Sebarkan artikel ini

EDITORIAL | Demokrasi Bermartabat, Desa Hebat : Jangan Jual Suara, Jangan Gadaikan Masa Depan Desa

RABN.CO.ID, PEMALANG – 23 Oktober 2026 – Lawan Politik Uang, Pilih Pemimpin dengan Hati Nurani.

Di tengah kehidupan masyarakat Jawa, mitos dan cerita leluhur menjadi bagian dari kekayaan budaya yang patut dihormati. Di Desa Kabunan Kec.Taman Kab.Pemalang misalnya, berkembang kepercayaan bahwa seorang kepala desa hanya akan menjabat satu periode. Ada yang meyakininya, ada pula yang tidak. Keduanya merupakan bagian dari kebebasan berpikir yang harus dihargai.

*Mitos dan cerita leluhur yang berkembang di tengah masyarakat merupakan bagian dari kekayaan budaya yang patut dihormati. Namun, perbedaan kepercayaan tidak seharusnya memecah persaudaraan.*

Persoalan yang jauh lebih mendasar adalah keberanian masyarakat melawan politik uang.

Politik uang bukan bentuk kepedulian yang patut dibanggakan. Ketika uang digunakan untuk membeli suara, demokrasi direndahkan menjadi transaksi, sementara hak rakyat menentukan masa depan dipertaruhkan demi keuntungan sesaat. Masyarakat perlu menyadari bahwa uang yang diterima hari ini tidak sebanding dengan dampak kepemimpinan yang buruk selama bertahun-tahun.

Jangan jual suara. Jangan gadaikan masa depan desa. Jangan biarkan uang sesaat membeli hak masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang jujur dan amanah.

Pemimpin yang benar-benar mengabdi semestinya hadir dengan gagasan, kerja nyata, dan integritas, bukan mengandalkan pemberian untuk memperoleh dukungan. Pencitraan boleh terlihat menarik, janji boleh terdengar meyakinkan, tetapi semuanya harus diuji melalui rekam jejak dan bukti nyata. Jangan memilih karena siapa yang paling banyak memberi, melainkan karena siapa yang paling layak mengemban amanah.

Masyarakat juga harus berani menolak bujuk rayu, tekanan, dan praktik transaksional yang merusak kebebasan memilih. Laporkan dugaan pelanggaran melalui saluran resmi yang berwenang, berdasarkan fakta dan bukti. Perlawanan terhadap politik uang harus dilakukan secara tegas, damai, dan bertanggung jawab.

Para leluhur telah mengajarkan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan alat untuk memperkaya diri atau mengutamakan kelompok. Nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab itulah yang seharusnya menjadi pegangan ketika menentukan pemimpin.

Karena itu, jangan biarkan mitos memecah masyarakat dan jangan biarkan uang membutakan hati nurani. Perbedaan pilihan harus dihormati, tetapi masa depan desa harus tetap menjadi kepentingan bersama.

Melawan politik uang bukan sekadar menolak pemberian, melainkan mempertahankan martabat, kebebasan, dan hak masyarakat atas masa depannya sendiri.

Pilihlah pemimpin dengan pikiran jernih, hati nurani yang merdeka, rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, serta komitmen nyata untuk melayani rakyat.

*Ingat, uang bisa habis dalam sehari, tetapi dampak salah memilih pemimpin bisa dirasakan satu desa selama bertahun-tahun. Jangan jual suara. Lawan politik uang. Selamatkan masa depan Desa Anda .*(Red/Frj)

Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *