Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya
RABN.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 07.57 WIB didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Upacara tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Sebagai inspektur upacara, Prabowo memimpin rangkaian penghormatan dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam rangkaian sejarah bangsa.

Pimpinan Lembaga Negara Bacakan Naskah Kebangsaan
Sejumlah pimpinan lembaga negara mengambil bagian dalam prosesi utama.
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin membacakan teks Pancasila. Selanjutnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Ikrar tersebut menjadi bagian penting dari prosesi untuk menegaskan komitmen mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara.
Upacara juga dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta perwakilan negara sahabat.
Dari Lubang Buaya, Mengingat Sejarah 1965
Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya bukan sekadar lokasi upacara kenegaraan. Kawasan tersebut berkaitan erat dengan peristiwa 30 September dan 1 Oktober 1965, ketika enam jenderal TNI Angkatan Darat dan satu perwira pertama, Pierre Andreas Tendean, menjadi korban penculikan dan pembunuhan.
Jenazah para korban kemudian ditemukan di sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya. Tujuh korban tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.
Hari Kesaktian Pancasila sendiri diperingati setiap 1 Oktober. Penetapan tanggal tersebut secara resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.
Namun, sejarah peristiwa 1965 memiliki kajian dan perdebatan akademik yang panjang. Karena itu, pembahasan mengenai aktor, latar belakang, serta rangkaian peristiwa tersebut perlu ditempatkan berdasarkan sumber sejarah dan konteks masing-masing.
Prabowo Tinjau Sumur Lubang Buaya
Usai upacara, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran dan sejumlah pimpinan lembaga negara mengunjungi Sumur Lubang Buaya.
Di lokasi tersebut, Prabowo berhenti dan berdoa untuk mengenang para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam rangkaian peristiwa 1965.
Prabowo kemudian meninjau Museum Kesaktian Pancasila yang telah direvitalisasi Kementerian Kebudayaan. Presiden melihat sejumlah foto, diorama, serta materi sejarah yang ditampilkan di dalam museum.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila.
Bukan Sekadar Seremoni
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober memiliki dimensi sejarah sekaligus pendidikan kebangsaan.
Bagi generasi muda, peringatan ini menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana perjalanan sejarah Indonesia membentuk kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Pesan yang dibawa bukan semata tentang sebuah upacara tahunan, melainkan tentang bagaimana nilai Pancasila diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari: menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menjalankan demokrasi berdasarkan konstitusi, serta membangun keadilan sosial.
Dari Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, pesan tersebut kembali ditegaskan: sejarah perlu dipahami secara kritis, sementara Pancasila ditempatkan sebagai salah satu fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
(Red/ Frj )
Editor : Sofid











