News

Setahun Terisolasi, Jembatan Perintis Garuda Resmi Hubungkan Simbatan – Siparuk

×

Setahun Terisolasi, Jembatan Perintis Garuda Resmi Hubungkan Simbatan – Siparuk

Sebarkan artikel ini

Setahun Terisolasi, Jembatan Perintis Garuda Resmi Hubungkan Simbatan – Siparuk

RABN.CO.ID, PEMALANG – Setelah lebih dari satu tahun terputus total, akses penghubung antara Desa Simbatan, Desa Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal dan Desa Siparuk, Desa Sikasur, Kecamatan Belik, kini kembali tersambung melalui Jembatan Perintis Garuda yang resmi dioperasikan untuk masyarakat.(18/6/2026)

Peresmian jembatan berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimcam Belik dan Randudongkal, TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat dari kedua wilayah yang selama ini terdampak akibat terputusnya jalur penghubung tersebut.

Keberadaan jembatan ini menjadi solusi atas berbagai kendala yang dialami warga selama lebih dari setahun. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan hubungan sosial masyarakat sempat terganggu akibat putusnya akses utama antar dukuh. Para pelajar dari Desa Simbatan yang bersekolah di wilayah Sikasur juga harus menempuh jalur yang lebih jauh dan memakan waktu.

Kepala Desa Sikasur menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang memiliki keterkaitan sosial dan ekonomi yang kuat.

Dengan berfungsinya jembatan tersebut, mobilitas warga kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlangsung lebih aman, cepat, dan efisien.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran Kodim 0711/Pemalang, Danramil Belik, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.

Mewakili Dandim Pemalang, Danramil Belik menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah dan TNI dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Bupati Pemalang, Joko, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar distribusi ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat pedesaan.
Menurutnya, jembatan bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan sarana strategis yang menghubungkan kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, dan mempererat silaturahmi antar warga.

Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, keterisolasian yang selama setahun dirasakan masyarakat Simbatan dan Siparuk akhirnya berakhir. Infrastruktur ini menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat sekaligus wujud percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan, pemerataan akses, dan penguatan konektivitas wilayah di Kabupaten Pemalang.

(Red/Masrukhin)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *