PSHT Cabang Pemalang Pusat Madiun Perkuat Pembinaan Mental Melalui Latihan Sabuk Putih
RABN.CO.ID, PEMALANG – 2 April 2026, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pemalang Pusat Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui kegiatan latihan sabuk putih sebagai bagian penting dalam proses pembentukan calon pendekar yang berkarakter, berakhlak luhur, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Dalam struktur pendidikan PSHT, sabuk putih merupakan salah satu tingkatan lanjutan bagi siswa setelah melalui tahapan sabuk hitam, jambon, dan hijau, serta menjadi fase sebelum memasuki sabuk mori atau calon warga. Tingkatan ini melambangkan kematangan siswa dalam penguasaan jurus dasar, peningkatan kemampuan fisik, serta awal pendalaman mental dan ajaran ke-SH-an secara lebih mendalam. Pada tahap ini, siswa tidak hanya diuji dari sisi teknik pencak silat, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, dan pengendalian diri.
Latihan sabuk putih yang dilaksanakan secara rutin menjadi sarana pembinaan menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Para siswa mengikuti berbagai tahapan latihan mulai dari pemanasan, penguatan teknik dasar, hingga pengarahan nilai-nilai luhur PSHT yang menekankan budi pekerti, tanggung jawab, serta rasa persaudaraan tanpa batas.
Pembina latihan, Gunawan, menjelaskan bahwa latihan sabuk putih memiliki peran strategis dalam membangun pondasi karakter calon warga PSHT. Menurutnya, seorang pendekar sejati tidak hanya diukur dari kemampuan bela diri, tetapi juga dari sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Latihan ini bukan sekadar mengasah teknik silat, melainkan proses pembentukan mental dan kepribadian agar siswa memahami arti persaudaraan sejati serta mampu mengendalikan emosi dan bertindak bijak di masyarakat,” ujar Gunawan saat memberikan arahan kepada peserta latihan.
Suasana latihan berlangsung penuh semangat, disiplin, dan kebersamaan. Interaksi antar siswa mencerminkan nilai utama PSHT, yakni persaudaraan yang tumbuh tanpa membedakan latar belakang sosial, suku, maupun agama.
Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat solidaritas dan rasa saling menghormati sejak dini.
Ketua Cabang PSHT Pemalang Pusat Madiun, Slamet Efendi, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab organisasi dalam menjaga kelestarian ajaran sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Ia menilai latihan sabuk putih menjadi momentum penting dalam mencetak generasi pendekar yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara moral.
“PSHT bukan sekadar perguruan pencak silat, tetapi wadah pembinaan manusia berbudi luhur. Kami berharap melalui latihan ini lahir calon pendekar yang memiliki karakter kuat, menjunjung persatuan, serta mampu membawa nama baik organisasi di mana pun berada,” ungkapnya.
Slamet Efendi juga menekankan bahwa nilai utama PSHT adalah persaudaraan sejati yang mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga ketertiban, serta taat terhadap norma masyarakat dan aturan yang berlaku. Nilai tersebut terus ditanamkan dalam setiap proses latihan sebagai bekal bagi siswa dalam kehidupan sosial.
Kegiatan latihan sabuk putih sekaligus menjadi wujud nyata peran PSHT Cabang Pemalang pusat Madiun dalam membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif serta mampu menyalurkan energi positif melalui olahraga dan budaya pencak silat yang berlandaskan nilai luhur bangsa.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan terarah, PSHT Cabang Pemalang Pusat Madiun optimistis mampu melahirkan pendekar muda yang tangguh secara fisik, matang secara mental, memiliki jiwa sosial tinggi, serta senantiasa menjunjung nilai persaudaraan sesuai ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate.
(Red/Frj)
Editor:Sofid











