Mengutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL di Lebanon
RABN.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) Agus Winarno, menyampaikan kecaman dan kutukan keras atas serangan yang menargetkan Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon dan menyebabkan gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan mandat perdamaian dunia.
Prajurit bangsa yang gugur dalam tugas mulia tersebut adalah:
1.Kapten Inf Zulmi Aditya
2.Sertu M. Nur Ichwan
3 Praka Fariz Rohmadhon
Ketiganya merupakan personel Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Konga XXIII-S UNIFIL, yang selama ini menjalankan misi menjaga stabilitas dan keamanan kawasan di bawah mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pernyataan resminya kepada awak media , Ketua Umum RABN mengutuk keras tindakan biadab Israel yang dinilai telah menyerang wilayah operasi pasukan penjaga perdamaian, sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari prajurit Indonesia yang berada dalam posisi netral dan menjalankan tugas kemanusiaan internasional.
“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Tindakan tersebut adalah bentuk pengingkaran terhadap nilai kemanusiaan dan komitmen dunia dalam menjaga perdamaian,” tegas Ketua Umum RABN.
Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) menilai bahwa pasukan UNIFIL hadir bukan sebagai pihak konflik, melainkan sebagai penjaga stabilitas dan pelindung masyarakat sipil. Oleh karena itu, setiap tindakan kekerasan terhadap personel helm biru PBB merupakan ancaman langsung terhadap legitimasi sistem perdamaian internasional.
Atas gugurnya ketiga prajurit tersebut,Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno,menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta seluruh jajaran TNI.
Pengorbanan para prajurit disebut sebagai wujud pengabdian tertinggi bangsa Indonesia dalam menjalankan amanat konstitusi untuk turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Sejalan dengan sikap resmi Pemerintah Republik Indonesia, RABN mendukung penuh langkah diplomatik pemerintah yang telah mengecam serangan tersebut dan mendesak dilakukannya investigasi internasional yang cepat, independen, transparan, dan menyeluruh guna memastikan pertanggungjawaban hukum ditegakkan tanpa impunitas.
Agus ,juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa serta komunitas internasional untuk segera memperkuat perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik aktif, agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Menutup pernyataannya, Ketua Umum RABN, menegaskan bahwa pengorbanan Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu M. Nur Ichwan, dan Praka Fariz Rohmadhon akan selalu dikenang sebagai kehormatan bangsa Indonesia di panggung internasional.
“Indonesia akan tetap berdiri teguh di garis perdamaian dunia. Darah para prajurit yang gugur menjadi pengingat bahwa perdamaian harus dijaga dengan keberanian, kehormatan, dan tanggung jawab bersama,” tutup Agus Winarno.
(Red/aw)
Editor:Sofid











