WARGA GAPURA GOTONG ROYONG PERBAIKI JALAN KABUPATEN: RAKYAT TURUN TANGAN, PEMERINTAH KAPAN?
RABN.O.ID, PEMALANG – Ada ironi yang sulit dibantah di Desa Gapura, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.Ketika jalan kabupaten rusak dan pembangunan tak kunjung menyeluruh, warga memilih tidak menunggu terlalu lama. Mereka turun tangan, mengumpulkan tenaga, menggerakkan swadaya, lalu memperbaiki jalan yang setiap hari mereka gunakan.
Dipimpin Kepala Desa Gapura, Caris, masyarakat kembali menggelar kerja bakti, Sabtu (18/7/2026). Bagi warga, kegiatan ini bukan seremoni. Ini adalah bentuk kepedulian sekaligus cara sederhana untuk bertahan menghadapi kondisi infrastruktur yang selama beberapa tahun terakhir belum mendapat penanganan secara menyeluruh.
Jalan ini berstatus jalan kabupaten. Namun di lapangan, status itu tampaknya belum otomatis membuatnya menjadi prioritas.

Beberapa titik memang pernah diperbaiki, tetapi hasilnya disebut belum bertahan lama. Warga pun kembali berkumpul, kembali bekerja, dan kembali mengeluarkan swadaya.
Di titik ini, pertanyaannya bukan lagi apakah warga masih memiliki semangat gotong royong. Jawabannya jelas: masih.
Pertanyaan yang lebih penting: apakah pemerintah daerah dan dinas terkait masih memiliki perhatian serius terhadap jalan yang menjadi akses utama masyarakat?
Jangan sampai gotong royong warga dipuji ketika mereka memperbaiki jalan, tetapi kewajiban pemerintah justru terlupakan. Sebab, warga boleh membantu pemerintah. Namun warga tidak seharusnya dipaksa menjadi pemerintah.

Masyarakat Desa Gapura berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang dan dinas terkait segera memberikan perhatian serius melalui perbaikan yang terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. Karena jalan yang layak bukan hadiah. Ia adalah hak masyarakat dan bagian dari tanggung jawab pemerintah.
Dan jika warga sudah turun tangan memperbaiki jalan kabupaten dengan swadaya, mungkin pertanyaan paling sederhana tinggal satu: kapan pemerintah benar-benar hadir?
(Red/Frj)
Editor: Sofid











