News

Karnaval HUT ke-81 RI Desa Semingkir Meriah, Nambo-Dusun 2 Pertahankan Juara dengan Kisah Bandung Bondowoso

×

Karnaval HUT ke-81 RI Desa Semingkir Meriah, Nambo-Dusun 2 Pertahankan Juara dengan Kisah Bandung Bondowoso

Sebarkan artikel ini

Karnaval HUT ke-81 RI Desa Semingkir Meriah, Nambo-Dusun 2 Pertahankan Juara dengan Kisah Bandung Bondowoso

RABN.CO.ID, PEMALANG – 24 Agustus 2026 — Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Karnaval yang digelar Minggu (23/8/2026) berlangsung meriah dan menyedot antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute hingga panggung utama.

Sebanyak 19 peserta dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMK hingga perwakilan dusun dan blok tampil membawa beragam kreasi. Penampilan peserta dinilai tiga juri dari kalangan pendidik, yakni perwakilan SMP Negeri 1 Randudongkal, SMP Negeri 4 Randudongkal, dan SMP Mejagong.

Kepala Desa Semingkir Imam Purkendi turut hadir menyaksikan kemeriahan sekaligus memberikan apresiasi kepada para peserta.
Hasil penilaian menempatkan Nambo-dusun 2 sebagai juara pertama.

Mengusung legenda Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, peserta menampilkan konsep yang diperkuat 10 dayang, empat pengawal, serta tokoh jin dan anak buahnya. Konsep tersebut disebut telah dipersiapkan sejak tahun sebelumnya dan pada tahun ini tampil lebih matang.

Juara kedua diraih Arde Reborn-Blok 4 melalui kreasi kapal perang yang dipadukan dengan tarian unik, sedangkan juara ketiga diraih Ardat- Blok 3 dengan tema Nyi Roro Kidul yang menghadirkan nuansa budaya melalui penampilan para penari.

Usai seluruh rangkaian penilaian, Imam Purkendi menyerahkan trofi dan hadiah uang tunai kepada para pemenang. Nambo-dusun 2 sekaligus kembali mempertahankan gelar juara pertama, sementara Arde Reborn konsisten berada di posisi kedua.

Lebih dari sekadar kompetisi, karnaval tersebut menjadi ruang kebersamaan warga. Kreativitas anak-anak sekolah, pemuda dan masyarakat dari berbagai dusun melebur dalam semangat gotong royong.

Kemeriahan di Desa Semingkir menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Ia hidup melalui persatuan, kreativitas, gotong royong dan kebanggaan masyarakat dalam merawat semangat Indonesia.

(Red/Rukhin)
Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *