Di Persimpangan Citywalk, GRIB Jaya Mengetuk Pintu KPK: Jangan Berhenti pada Tersangka, Bongkar Sutradara Korupsi
RABN.CO.ID, PEMALANG – Di sebuah persimpangan jalan, suara publik kembali mengingatkan bahwa korupsi bukan sekadar perkara satu nama. Kamis (6/8/2026), sekitar 70 massa DPW GRIB Jaya Kabupaten Pemalang menggelar aksi damai di Pertigaan Citywalk, menyuarakan satu pesan yang sederhana namun menggugah: jangan biarkan hukum berhenti di permukaan.
Mereka datang membawa spanduk, poster, dan pertanyaan yang selama ini menggantung di benak masyarakat. “Penjarakan Pejabat yang Korup”, “Bongkar Monopoli Proyek PU”, hingga “KPK Selesaikan, Jangan Pulang dengan Tangan Kosong” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cermin dari kegelisahan publik yang menginginkan penegakan hukum menyentuh akar persoalan.
Korupsi sering kali menyerupai pertunjukan panggung. Publik melihat para pemain yang berdiri di depan sorotan lampu, tetapi selalu bertanya: siapa penulis naskahnya, siapa sutradaranya, dan siapa yang menikmati keuntungan di balik layar? Pertanyaan itu pula yang menggema dalam aksi tersebut.

Koordinator lapangan Jabidi mengapresiasi langkah KPK yang telah mengungkap dugaan korupsi di Pemalang. Namun, apresiasi itu disertai harapan agar penyidikan tidak berhenti pada mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Jika terdapat pihak lain yang diduga terlibat, masyarakat berharap seluruhnya diproses berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang jabatan maupun kedekatan politik.
Sorotan juga diarahkan pada dugaan praktik jual beli jabatan serta tata kelola proyek pemerintah yang dinilai harus diungkap secara menyeluruh. Sebab, kepercayaan publik tidak akan pulih hanya dengan menangkap beberapa orang jika sistem yang melahirkan penyimpangan dibiarkan tetap berdiri.
Aksi berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian dan berakhir tanpa insiden. Namun, pesan yang ditinggalkan jauh lebih panjang daripada durasi demonstrasi itu sendiri: masyarakat menginginkan proses hukum yang independen, profesional, transparan, dan menyentuh seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Pada akhirnya, yang ditunggu publik bukan sekadar jumlah tersangka, melainkan keberanian hukum menembus setiap lapisan kekuasaan.Sebab ketika hukum berhenti di tengah jalan, keadilan ikut kehilangan arah.
Dan ketika hukum mampu menuntaskan perkara hingga ke akarnya, kepercayaan masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh kembali.
Aksi tersebut menjadi bagian dari dinamika pengawasan publik terhadap proses penegakan hukum di Kabupaten Pemalang. Hingga kini, proses penyidikan perkara yang ditangani KPK masih terus berlangsung.
(Red/RS)
Editor: Sofid











