News

Ketum RABN: Jangan Biarkan Aktor Provokasi Menunggangi Demokrasi, Persatuan Bangsa Harga Mati

×

Ketum RABN: Jangan Biarkan Aktor Provokasi Menunggangi Demokrasi, Persatuan Bangsa Harga Mati

Sebarkan artikel ini

Ketum RABN: Jangan Biarkan Aktor Provokasi Menunggangi Demokrasi, Persatuan Bangsa Harga Mati

RABN.CO.ID, JAKARTA – 5 Agustus 2026 – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, S.H., mengeluarkan pernyataan sikap tegas menyikapi maraknya ajakan demonstrasi yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan momentum Reformasi 1998.

RABN mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak mudah terpancing oleh narasi yang belum terverifikasi serta tetap mengedepankan persatuan, ketertiban, dan penghormatan terhadap konstitusi.
Agus menegaskan bahwa demokrasi Indonesia menjamin setiap warga negara menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Namun, hak konstitusional tersebut tidak boleh disalahgunakan menjadi ruang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa dan mengganggu stabilitas nasional.

Menurutnya, upaya menggiring opini publik dengan mengaitkan situasi saat ini dengan peristiwa Reformasi 1998 harus disikapi secara kritis.Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai setiap ajakan yang belum jelas sumber, tujuan, maupun kebenaran informasinya.

Perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum atau merugikan kepentingan masyarakat luas.
“Kami mengingatkan agar ruang demokrasi tidak dijadikan kendaraan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan keresahan. Apabila terdapat individu atau kelompok yang terbukti dengan sengaja menyebarkan informasi palsu, menghasut, atau memprovokasi masyarakat hingga memicu pelanggaran hukum, maka aparat penegak hukum harus menindak secara profesional, transparan, dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Agus.

RABN menilai seluruh fasilitas publik merupakan aset negara yang dibangun dari uang rakyat. Karena itu, tindakan perusakan terhadap fasilitas umum maupun aset negara tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun dan hanya akan merugikan masyarakat sendiri.

Lebih lanjut, RABN mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat literasi digital dengan memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya. Di tengah derasnya arus informasi, sikap kritis dan tanggung jawab bersama menjadi benteng utama dalam menangkal disinformasi serta mencegah lahirnya konflik sosial akibat provokasi.

Ketua Umum RABN Agus Winarno menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan yang sah berdasarkan konstitusi serta mendukung TNI dan Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai kewenangan yang diberikan undang-undang.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Agus mengajak seluruh komponen bangsa menjadikan bulan Agustus sebagai momentum memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, dan gotong royong. “Jangan wariskan perpecahan kepada generasi penerus. Wariskan persatuan, kedamaian, dan optimisme untuk membangun Indonesia yang lebih maju. Demokrasi harus menjadi perekat bangsa, bukan alat untuk memecah belah bangsa,” pungkasnya.

(Red/aw)
Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *