News

Sepuluh Hari Menanti Air Bersih, Kodim 0711/Pemalang Bantu Warga Karang Jambu

×

Sepuluh Hari Menanti Air Bersih, Kodim 0711/Pemalang Bantu Warga Karang Jambu

Sebarkan artikel ini

Sepuluh Hari Menanti Air Bersih, Kodim 0711/Pemalang Bantu Warga Karang Jambu

RABN.CO.ID, PEMALANG – Krisis air bersih masih menjadi persoalan yang dirasakan sebagian warga di wilayah Kabupaten Pemalang. Di tengah hujan yang mulai turun, kebutuhan air layak konsumsi belum sepenuhnya teratasi.

Kondisi itu dirasakan warga Desa Pagenteran, RT 04/RW 02, Dukuh Karang Jambu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Warga mengaku telah sekitar sepuluh hari belum menerima distribusi bantuan air bersih.

“Memang sudah turun hujan, tetapi sebentar. Air yang tersedia juga belum bisa dikonsumsi,” tutur salah seorang warga.

Situasi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi sangat berarti bagi masyarakat. Pada Kamis (8/10/2026), Kodim 0711/Pemalang turun langsung mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

Distribusi bantuan dilakukan oleh Serka Taufik dan Sertu Yusman. Kehadiran personel TNI tersebut disambut warga yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan mendapatkan air. Ketersediaan air bersih menyangkut kebutuhan dasar, mulai dari memasak, minum, hingga menjaga kebersihan keluarga.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa turunnya hujan belum otomatis mengakhiri persoalan kekeringan. Intensitas hujan yang singkat belum tentu mampu memulihkan sumber-sumber air masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan cukup panjang.

Karena itu, distribusi air bersih masih diperlukan selama sumber air warga belum kembali normal. Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi penting agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan merata.

Bantuan Kodim 0711/Pemalang di Dukuh Karang Jambu menjadi contoh bahwa penanganan kekeringan tidak hanya membutuhkan respons ketika kondisi memburuk, tetapi juga pemantauan berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar kembali memiliki akses terhadap air yang aman dan layak digunakan.

Bagi warga yang telah menunggu selama berhari-hari, satu tangki air bersih bukan sekadar bantuan. Itu adalah kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas dan kesehatan keluarga.(Red/RS)
Editor : Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *